Saat ini, internet melambat di berbagai belahan dunia, khususnya Eropa. Apa yag terjadi? Ternyata, dunia sedang menhadapi serangan terhadap dunia maya (cyber attack).
Serangan tersebut berasal dari DDOS yang menebar “penolakan layanan”. Virus ini disebarkan ke banyak server situs di seluruh dunia.
Ketika pengguna internet ingin mengakses sebuah situs, jika dalam terinfeksi DDOS, maka situs tersebut tidak bisa dibuka. Mirip ketika terjadi kunjungan dadakan yang begitu banyak terhadap situs tersebut, sehingga seperti sulit diakses. Salurannya menjadi sesak.
Serangan DDOS fokus pada perusahaan yang disebut sebagai Spamhaus, yang mengawal sistem nama domain untuk koneksi ke alamat situs (URL), kemudian berhubungan dengan server yang menyimpan konten.
Saat ini banyak situs yang tidak stabil akibat serangan tersebut. Sebenarnya, seberapa besarkah skala serangan siber ini? Menurut Matthew Price, Chief Executive of CloudFlare, serangan DDos ini dapat dikatakan sebagai yang terbesar dalam sejarah.
Steve Linford, Kepala Eksekutif Spamhaus, kepada BBC mengatakan skala serangan ini belum pernah terjadi sebelumnya.
“Kita dalam serangan cyber selama lebih dari seminggu,” katanya.
“Tetapi mereka tidak bisa meruntuhkan kami. Teknisi kami melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk menangkal serangan,” lanjut Linford.
Ia mengatakan pasukan polisi internet dari lima negara kini tengah menyelidiki serangan siber ini.
“Kita dalam serangan cyber selama lebih dari seminggu,” katanya.
“Tetapi mereka tidak bisa meruntuhkan kami. Teknisi kami melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk menangkal serangan,” lanjut Linford.
Ia mengatakan pasukan polisi internet dari lima negara kini tengah menyelidiki serangan siber ini.
Salah satu tindakan yang dilakukan Spamhaus, misalnya, telah memblok situs Cyberbunker asal Belanda. Tujuannya untuk menyortir kemungkinan masuknya “sampah” lewat situs tersebut.
Dalam pandangan Spamhaus, Cyberbunker telah berkolaborasi dengan jejaring organisasi kriminal di Rusia dan Eropa Timur untuk memfasilitasi serangan siber ini.
Sumber: kompas tkno

No Response to "Dunia Menghadapi serangan Cyber Terbesar"
Posting Komentar